“Baiklah, Sekarang
pidato dari perwakilan siswa baru, murid dengan nilai tertinggi, Asahina
Kamito, untuk perwakilan siswa baru, dipersilahkan maju kedepan”
Sesosok
laki-laki dengan Wajah keren serta senyuman maut yg mampu melelehkan hati
seluruh perempuan berdiri diatas podium, Rambut nya berkilau disinari lampu
auditorium, tatapan matanya yg seakan membuat seluruh orang di ruangan itu
tenggelam dilautan Karisma-nya.
Setelah acara
pembukaan selesai, seluruh murid langsung bubar dari auditorium, sebagian besar
murid pergi mengecek namanya di papan pengumuman.
“Kelas Raven I,
kah” gumanku.
Sesampainya di
kelas Raven I, Aku segera memilih tempat duduk di nomor 2 paling atas tepatnya
diujung sebelah kiri.
“A-Ano,
Hajimemashite, Watashi Kisumi Makita” kata seorang perempuan memperkenalkan
dirinya kepadaku.
‘Dia... Perempuan tadi yg dikelilingi oleh
para murid laki-laki’ pikir ku.
‘Apa tidak ada tempat yg tenang untukku’
tambahku lalu mengangkat tas-nya dan bersiap-siap untuk pindah, tetapi tanganku
ditahan oleh perempuan ini.
“To-Tolong jangan
pindah, Kumohon!” pintanya.
‘Oh, Jadi begitu, perempuan populer memang
banyak dijauhi oleh perempuan-perempuan lain’ pikirku.
“Wanita yg
kesepian” gumamku.
“A-Apa barusan kau
mengatakan sesuatu?” tanyanya.
“Tidak, Bukan
apa-apa, Baiklah aku akan duduk disebelahmu jika kau memaksa” kataku duduk
kembali disebelahnya.
“Be-Benarkah?
Arigatou Gozaimasu—”
“Megumi Haruka, Kau
Boleh memanggilku sesukamu” kataku.
“Arigatou
Gozaimasu, Haru-chan” Sambungnya.
“Tidak Masalah
Kisumi-san”
“Kau Boleh
memanggilku Makita” katanya.
“Baiklah, Makita”
Ulangku.
Setelah itu, Guru
wali kelas masuk ke kelas kami.
“Penentuan
Pengurus kelas, dimulai!” katanya Tiba-Tiba.
“Ada yg
mencalonkan? Baiklah tidak ada yg mencalonkan, biar kutunjuk, kau ketua kelas,
kau wakilnya, kau sekretaris, baiklah kita sudah dapat, aku pergi dulu” katanya
cepat, dan dengan cepat pula keluar dari kelas.
Seluruh murid dikelas terdiam dengan mulut terbuka, ‘Guru macam apa itu’ pikir mereka semua, ia asal
menunjuk murid untuk menjadi pengurus kelas lalu keluar seenaknya, benar-benar
guru yg menyebalkan.
Tanpa
memperdulikan apa-apa dan seakan tidak terjadi apa-apa, aku keluar dari kelas
bersama Makita yg mengikutiku.
“Mau kemana?”
Tanyanya.
“Kantin” jawabku
singkat.
-----Sesampainya
dikantin-------
Aku membeli
beberapa roti dan minuman dingin, lalu berjalan keluar kantin.
“A-Ano, Kau mau
kemana, Haru-chan?” tanyanya lagi.
“Atap” jawabku
singkat (lagi).
Saat kami sudah
sampai di tangga lantai 3, tiba-tiba Makita berhenti.
“Ada apa?”
tanyaku.
“Go-Gomen,
Bento-ku ketinggalan di kelas, A-Aku pergi mengambil bento-ku dulu dikelas ya”
jawab Makita.
“Baiklah, Kutunggu
diatap” kataku.
“Be-Benarkah?
Arigatou, Haru-chan” ucapnya lalu berlari menuju kelas Raven I yg ada dilantai
2.
Akhirnya aku
sampai di atap, aku pun membuka pintu atap lalu berjalan keatap, saat sampai
diatap aku meletakkan makananku disamping tembok bagian paling tinggi diatap,
lalu berjalan menuju pagar atap menunggu Makita sambil bernyanyi lagu “I Will”.
Kudarizaka
fumikiri made
Atashi
wa muchuu de hashitta
Kono
koi wo saegiru youni
Densha
wa sugisatta
Tooi
hi no kioku umi no kagayaki
Kisetsu
wa meguru
Hikou
kigu mo ni me wo hosomete
Chiisaku
yureta himawari
Sayonara
mo ienai mama
Hon
no suu miri no suki made sotto
Kusuburu
itami
Manatsu
ni kieta hanabi ga
Namida
no saki ni utsureba
I
will kitto omoi dasu wa
Anata
ni todoke kono basho de
Atashi
wa matte iru
“Lagu dan suara yg
indah” puji seseorang yg muncul dari pintu atap.
Aku melihat kearah
sumber suara, Sosok yg kulihat disana adalah seorang Asahina Kamito yg sedang tersenyum
kearahku, angin mulai berhembus, Itulah pertemuan pertamaku dengan laki-laki yg
akan merubah hidupku yg membosankan ini menjadi berwarna.
Keesokkan
harinya...
Kamito mulai
mengobrol denganku dan Makita, bahkan kami sering makan siang bersama.
Sekarang sudah
memasuki Bulan Mei, tanpa sadar aku,Makita & Kamito sudah menjadi teman
dekat, dan entah sejak kapan aku terbiasa dengan pemandangan ini
[Aku,Makita&Kamito].
“Selamat Pagi
semua, Hari ini kita kedatangan murid pindahan, Namanya Kazehaya Hide, Kuharap
Kalian bisa akrab dengannya” kata Tojo-Sensei, wali kelas kami.
“Perkenalkan,
Namaku Kazehaya Hide, Salam Kenal” kata seorang laki-laki, seluruh murid
perempuan langsung terpesona melihatnya.
“Tak Kusangka Kamito akan memiliki seorang
Rival” Pikirku.
Aku melihat kearah
Kamito dengan tatapan “Kasihan Sekali”
dan Kamito membalas dengan tatapan “Jangan
mengasihaniku!” lalu menatap Hide dengan tatapan “Mati Sana!”, Hide yg merasa ditatap oleh seorang hewan buas menatap
Kamito balik dengan tatapan “Kasihan
Sekali” membuat Kamito tambah kesal.
“Masih banyak
Tempat duduk yg kosong, pilih mana yg kau suka” kata Tojo-Sensei.
“Hai’ Sensei”
katanya lalu berjalan ketempat duduk kosong didepanku.
Saat Hide duduk
disana, aku merasakan hawa gelap dari Kamito yg langsung pindah ketempat duduk
sebelah Hide.
“Kenapa Laki-laki satu ini” tanyaku dalam
hati.
Sedangkan Makita
hanya duduk diam dengan wajah panik melihat aura persaingan diantara Hide &
Kamito.
----Saat
istirahat----
“Makita, Haruka,
Ayo keluar” ajak Kamito.
“Hai’ hai’” kataku
mengambil bento ku, disusul Makita.
“A-Ano, Bo-Boleh
tidak---” kata Hide gantung.
“Hm?” responku
membalikkan badan, sedangkan Kamito dan Makita menunggu didepan pintu.
“Aku belum tahu
apa apa tentang sekolah ini dan lagi aku belum memiliki teman, Boleh kan aku
makan siang dengan kalian?” tanyanya.
“Boleh saja sih”
kataku.
“Haruka, Ada apa?”
tanya Kamito.
“Kazehaya-kun
bilang, dia ingin makan siang bersama kita” jawabku.
“Dilarang!” kata
Kamito cepat.
“Ada apa? Dia kan
hanya ingin makan siang bersama kita, Bolehkan saja” tanyaku.
“Y-Ya Sudah, Kalau
itu mau mu” kata Kamito Pasrah.
“Makita tidak
keberatan kan?” tanyaku.
“Tidak kok, malah
semakin banyak orang, semakin seru” jawabnya.
“Nah, Kau dengar
sendiri kan?” kataku.
“Yatta, Arigatou”
kata Hide berjalan disebelahku.
---Sesampainya di
Atap---
Kami duduk
membentuk lingkaran, aku duduk diantara Hide & Kamito yg saling
mengeluarkan aura membunuh.
“Oh Iya, Aku belum
memperkenalkan diri, namaku Megumi Haruka, kau bisa memanggilku Haruka, ini
Kamito dan ini Makita” kataku memperkenalkan diri.
“Asahina Kamito”
“Kisumi Makita,
kau bisa memanggilku Makita”
“Kalau begitu,
kalian bisa memanggilku Hide, Haruka-chan, Kamito, Makita-san”
“Baiklah”
“Terserah”
“Hm”
“Oh Iya, Aku
membawa kartu yg kau pinta kemarin, Kamito” kataku.
Aku mengeluarkan
kartu dari kantong rokku.
“Kalian mau main
apa?” tanya Hide.
“Demon Card” jawab
Makita.
“Hide, Kau mau
ikut? Yg kalah harus menuruti yg menang” tanyaku.
“Tentu saja aku
ikut” jawab Hide semangat.
Aku mulai
membagikan kartu secara sama.
10 menit
kemudian...
Yang menang adalah
Hide, dan yg tersisa sekarang adalah Aku dan Makita, karena aku tidak memegang
kartu “Demon” ini artinya Makita yg memegangnya.
Aku mengarahkan
tanganku kearah kartu kiri, Makita membuat wajah senang, aku mengarahkan
tanganku kearah kartu kanan, Makita membuat wajah Sedih.
“Raut wajahmu mengatakan segalanya, Makita”
pikirku dalam hati.
“Maafkan Aku, Makita” Ucapku dalam hati
lalu memilih kartu sebelah kanan.
“Haah, Aku Kalah”
gerutu Makita.
“Ya, Mau bagaimana
lagi, hahaha” kataku Tertawa.
“Apa Hukumanmu
Hide?” tanyaku.
“Aku ingin
Makita-san bertukaran tempat duduk denganku sampai kelas 2 nanti” jawab Hide.
Kamito langsung
memasang wajah tegang.
“Mana bisa begitu”
kata Kamito sangat tidak setuju.
“Tidak bisa ya?
Bukannya aturannya begitu ‘Yg kalah harus
menuruti yg menang’” kata Hide menirukan kata-kataku.
“M-Memang begitu
sih, tapi tetap tidak bisa” kata Kamito tetap menolak.
“Memangnya kenapa?
Atau Kau cemburu, Kamito? Apa Aku salah?” tebak Hide.
“Untuk Apa aku
cemburu,Hah?” tanya Kamito berkeringat dingin.
“Karena kau suka
dengan Haruka?” tebak Hide.
Wajah Kamito
langsung membeku.
“Checkmate!” kata Hide dalam hati
memasang senyum kemenangan.
“Tidak mungkin aku
suka monster wanita seperti dia” kata Kamito tertawa.
“Siapa yg kau
panggil monster ha?!” tanyaku menjitak kepalanya.
“Hahaha, Tuh kan”
ejek Kamito.
Hide dan Makita
malah ikutan tertawa, sedangkan aku duduk menyilangkan tangan di dada sambil
menggembungkan pipi karena kesal.
Akhirnya hari itu
berakhir, Hari yg panjang menurutku, dan sesuai hukuman Game tadi, Hide
sekarang pindah tempat duduk disebelahku.
To Be Continued.....
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)